Wajib Tahu, 16 Kiat Sukses Bangun Bisnis Bareng Teman

Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi, hindari merenung hal-hal yang membuat kita jadi takut untuk maju, atau hilang semangat. Setan selalu membisikkan kemelaratan, ketakutan akan kegagalan. Pikirkan hal-hal positif yang dapat membuat kita terus semangat dan antusias. Karena antusiasme kita akan menular kepada karyawan dan kepada colon pelanggan, mereka secara alamiah akan turut antusias membeli produk kita. Sandarkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah dengan bertawakkal kepadaNya.

Menjalankan bisnis dengan teman

Anda sebetulnya tinggal mendaftar pengeluaran apa saja yang diperlukan untuk bisnis kuliner. Pengeluaran itulah yang kemudian dijadikan patokan untuk mengejar jumlah penjualan. Lalu, Anda bisa mengejar keuntungan dengan lebih terukur dan efisien. Tak ada lagi istilah “kira-kira” untuk memberi harga produk yang akan Anda jual. Catat semua bahan dan proporsi yang dipakai untuk membuat produk. Ini akan memudahkan Anda dalam menghitung harga pokok penjualan dan membuat normal operational procedure .

Pahamilah bahwa memulai dan menjalankan bisnis sendiri tidak buruk karena kamu bisa berinovasi tanpa batas dan kompromi. Dalam menentukan solusi pun, kamu bisa dengan leluasa memutuskannya. Jangan lupa untuk membuat tabel pro dan kontra dalam menjalankan bisnis bersama partner atau sendirian. Ketika teman sedang merintis bisnis, kehadiran orang terdekatnya akan sangat mempengaruhi dan membantu berjalannya bisnis tersebut menjadi maju. Dukungan berupa ucapan maupun tindakan dari orang terdekat memberikan semangat dan motivasi tambahan bagi para pebisnis dan pengusaha.

Passion berbisnis adalah hasrat atau keinginan kuat dalam menjalankan suatu aktivitas bisnis. Besaran pembagian dividen dan gaji ini tentu bisa dibuat berdasarkan kesepakatan para pemilik usaha. Sebaiknya para pihak mendapat honor sesuai pekerjaannya dalam bisnis tersebut dan mendapat pembagian hasil usaha menurut modal yang disetor. Dengan memperhatikan potensi dan kemampuan masing-masing pihak, Anda dan teman Anda bisa memutuskan bisnis apa yang cocok untuk dijalankan. Tentu saja, akan lebih baik jika bisnis yang dijalankan sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh orang yang berniat berbisnis. Perjanjian atau kontrak tersebut berisi peran masing-masing orang, modal bersama, hingga pembagian keuntungan yang diperoleh dari bisnis.

Tetapi sangat penting agar konsumen yakin dan tidak ragu dengan kualitas, keamanan hingga kehalalan usaha. Berbicara bisnis, pasti berbicara juga keuntungan dan kerugian. Bisnis bersama teman banyak sekali yang kandas lantaran, bisnis baru untung sedikit tapi setiap individunya bersikap “itu berkat usaha gue”, “Itu karena usaha gue”,dan seterusnya. Menemukan teman bisnis yang komitmen dan berkualitas, seperti yang sebelumnya saya katakan tidak mudah. Datangi mereka dan temukan mereka di tempat-tempat yang mulia, seperti seminar, kajian bisnis,workshop, dan training. Menemukan teman bisnis yang benar-benar komitmen itu sulit!

Semakin dekat lokasi bisnis dengan jalan raya atau tempat strategis lainnya, semakin Anda diuntungkan. Ibarat promosi gratis, Anda bisa mengundang pengunjung hanya dengan modal “kelihatan”. Meski judulnya baru “rencana” bukan berarti konsep bisnis dibuat asal-asalan. Selain dijadikan pedoman menjalankan bisnis, konsep ini juga membantu Anda dilirik investor untuk dapat suntikan modal. Maka dari itu, Anda perlu menggarap business plan dengan lebih serius.

Kunci sukses memulai usaha sendiri, tidak hanya produk bagus, strategi pemasaran brilian dan business model, tetapi lebih dari itu, butuh kekuatan dan keuletan untuk terus bertahan. Karena ketika pebisnis mundur sebelum sampai tujuan, segala strategi dan rencana yang jitu serta produk yang mumpuni menjadi sia – sia semuanya. Pengalaman orang sukses ini menjadi reminder yang kuat, menjadi pemompa semangat, ketika sedang lelah atau gundah. Kalau para pebisnis sukses saja butuh waktu dan bahkan butuh pengorbanan untuk bisa berhasil, wajar saja kita yang baru memulai usaha menghadapi masalah.