Cara Menjadi Pemimpin Kelompok

Ini merupakan cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan Anda dalam urusan memimpin. Karena dengan begitu, Anda jadi tahu bagaimana harus bersikap di berbagai situasi. Perusahaan dapat memilih calon-calon pemimpin yang sudah ada dalam perusahaan ataupun dari luar perusahaan. Succession Planning sangat cocok diberlakukan baik bagi perusahaan kecil, sedang, besar ataupun yang sedang berkembang untuk membentuk calon-calon pemimpin terbaik yang sesuai dengan harapan perusahaan. Pada Succession Planning, perusahaan akan menentukan kemampuan, keterampilan, keahlian, dan segala kompetensi apa saja yang harus dimiliki calon pemimpin atau petinggi-petinggi perusahaan di masa depan. Tidak diragukan lagi, lingkungan kerja dengan motivasi yang tinggi adalah yang produktif.

Mempimpin sebuah kelompok

Seorang pemimpin yang memiliki karakter atau integritas tidak akan bertahan dalam ujian waktu. Tidak peduli seberapa cerdas, ramah, dan persuasive seseorang, jika mereka rentan terhadap rasionalisasi perilaku yang tidak etis berdasarkan kebutuhan saat ini atau masa depan, mereka akhirnya akan menjadi mangsa kehancuran mereka sendiri. Tidak hanya cerdas,pemimpinyang ideal adalah pemimpin yang berani berinisiatif jika dihadapkan dengan suatu masalah. Inisiatifme diri jelas dibutuhkan oleh seorang pemimpin demi terciptanya solusi yang bersifat nyata dan menjanjikan. Pemimpin yang berinisiatif adalah pemimpin yang mampu menggerakkan dirinya sendiri terlebih dahulu untuk memulai segala sesuatunya tanpa adanya paksaan.

Seorang pemimpin dituntut untuk aktif dalam membuat rencana, mengkoordinasi anggota, melakukan eksperimen dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Menetapkan tujuan dan harapan yang jelas kepada karyawan atau tim Anda adalah kunci keberhasilan. Saat menetapkan tujuan tersebut, picu pertanyaan dan suggestions dari tim. Memasukkan mereka dalam proses tersebut dapat meningkatkan keterlibatan yang apik. Pemimpin yang baik akan menjelaskan visi perusahaan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut kepada anggota tim, untuk masuk dalam kolaborasi kerja tersebut. Dalam setiap organisasi apapun, kantor, bisnis, bahkan sekolahpun tidak bisa lepas dari peran pimpinan.

Karena mereka jarang dikenal sebagai pemimpin sampai mereka mengambil peran pemimpin, maka sulit untuk membedakan individu dengan perannya. “Kepemimpinan sangatlah penting. Sesungguhnya tidak ada yang dapat menggantikannya. Tetapi kepemimpinan tidak dapat diciptakan atau dipromosikan. Kepemimpinan tidak dapat diajarkan ataupun dipelajari”. Itulah yang ditulis oleh pakar manajemen, Peter Drucker, dalam bukunya, The Practice of Management (Harper & Row, 1954, hal. 158). Drucker percaya bahwa tugas dari suatu organisasi adalah menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kualitas kepemimpinan yang potensial menjadi efektif. Dengan kata lain, sifat-sifat kepemimpinan adalah bagian dari susunan dasar seseorang.

Dilihat dari orientasi si pemimpin, terdapat dua gaya kepemimpinan yang diterapkan, yaitu gaya konsideral dan struktur, atau dikenal juga sebagai orientasi pegawai dan orientasi tugas. Beberapa hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa prestasi dan kepuasan kerja pegawai dapat ditingkatkan apabila konsiderasi merupakan gaya kepemimpinan yang dominan. Sebaliknya, para pemimpin yang berorientasi tugas yang terstruktur, percaya bahwa mereka memperoleh hasil dengan tetap membuat orang – orang sibuk dan mendesak mereka untuk berproduksi. Komunikasi juga merupakan kunci seorang pemimpin untuk bisa memimpin dan membangun sebuah tim atau organisasi. Karena dengan adanya komunikasilah sebuah organinsasi bisa membangun hubungan yang akan berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan, apalagi untuk sebuah koordinasi yang dilakukan antara seorang pemimpin dan anggotanya.

Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Kepemimpinan merupakan sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk “memimpin” atau membimbing orang lain, tim, atau seluruh organisasi. Sebagai seorang pemimpin, Anda juga harus selalu bijak dalam menentukan strategi baru dalam menghitung setiap laporan keuangan bisnis Anda. Setiap pemimpin harus mampu membuat suatu pekerjaan yang lebih nyaman dan tidak menambah kesulitan karyawan ketika melakukannya, seperti dalam hal menghitung laporan keuangan. Di dalam kalimat seorang pemimpin, terdapat pengertian yang memiliki kandungan kalimat membina, mengatur, mengarahkan, menuntun, serta mempengaruhi atau menunjukkan. Dalam masyarakat beradab, kepemimpinan dibangun atas dasar konsensus nilai-nilai kearifan lokal.

Anda tahu bahwa pekerjaan di kantor menuntut kita untuk selalu fokus dan serius dalam mengerjakan setiap tugas. Anda juga tidak bisa memberikan solusi yang sama disetiap permasalahan dan untuk setiap orang. Untuk membangun tim yang solid, Anda harus membangun kekompakan dalam sebuah tim. Bahkan ketika ada seorang karyawan yang tidak bekerja dengan maksimal, karyawan lain dan pemimpin turut serta ambil bagian untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya. Anda juga harus dapat menjadi contoh yang baik dan menjadi sahabat bagi seluruh karyawan Anda. Paternalistic Leadership, yakni bentuk antara gaya pertama dan kedua di atas.