Pentingnya Mengatur Keuangan Bagi Remaja

Namun, jika belum yakin dan merasa bingung untuk memulai dengan hal di atas, Anda bisa menggunakan layanan produk keuangan yang tersedia di pasaran. Pastikan semua kebutuhan pokok tetap terpenuhi dengan baik di dalam anggaran yang baru. Sesuaikan besaran pengeluaran dengan jumlah pendapatan selama masa pandemi. Selama masa pandemi ini, Anda mungkin saja berpikir untuk memiliki lebih banyak uang di rekening tabungan.

TIdak boros di masa pandemi

Cara yang paling benar dalam melakukannya adalah dengan menyisihkan 3-6 bulan dana darurat untuk pengeluaran. Misalnya, jika setiap bulan Anda menabung Rp3 juta, maka minimal Anda harus memiliki dana Rp 9juta – Rp18 juta tersimpan pada dana darurat Anda. Strategi ini terkesan sederhana namun sangat efektif untuk mengetahui kebutuhan hidup selama masa pembatasan sosial. Anda bisa belajar untuk tidak impulsif saat berbelanja ketika sudah terbiasa membuat daftar barang yang penting untuk dibeli.

Meski mengendalikan hasrat berbelanja itu tidak mudah tapi Sobat harus yakin agar mencapai kondisi keuangan yang sehat. Menurut Metta pada dasarnya aktivitas belanja dibagi dalam tiga kategori, yaitu wajib artinya memang harus dipenuhi demi keberlangsungan hidup seperti bahan makanan dan minuman, lalu kebutuhan. Maksudnya, esuatu yang bisa disesuaikan, tetapi sifatnya tidak mendesak).

Keinginan belanja impulsif yang biasanya terjadi saat ke mal, jadi gak ada. Pertama, bulan Juli ke Neo Soho Mall untuk hadiri undangan Fira Basuki mengunjungi Jakarta Akuarium. Fira pernah bekerja di IDN Media, dan kini mengurusi komunikasi dan relasi media di situ. Saya beranikan diri hadir, karena saat itu hanya tiga orang yang diundang. Selain saya, ada Sandra Ratnasari Pemimpin Redaksi Popmama.com dan Juditya Pitana Pemimpin Redaksi Popbela.com. Di kantor pun, saat sempat jalani work form office (22 Juni-24 Agustus), saya biasa pakai masker dan face-shield.

Kondisi sekarang yang tengah tak menentu, ditambah dengan semakin bertambahnya orang Indonesia yang terkena virus covid-19 membuat banyak kabar bahwa pertumbuhan ekonomi akan mengalami penurunan. Akibat dari banyak perusahaan mulai menurunkan tingkat produksinya akibat dari penyebaran virus yang massal ini dan sudah masuk ke berbagai wilayah provinsi di Indonesia. Ketika pembelajaran tatap muka digital sedang berlangsung, tidak ada jaminan bahwa siswa tersebut benar-benar fokus menyimak dan mengikuti pembelajaran. hal ini bisa saja siswa hanya sekedar bergabung dan membiarkan ponsel mereka menyala, namun mereka melakukan aktivitas lain diluar pembelajaran. Ketika siswa belajar di sekolah, mereka tidak hanya mempelajari mengenai materi pelajaran. Pembelajaran daring tidak memungkinkan untuk siswa dapat bersosialisasi dengan sesama.